Terpesona Indonesia Timur yang Selalu Meneduhkan Pelancong
Wings Air Tawarkan Rute Baru Eksotis “Labuha ke Ambon”
BACAN – 05 September 2018.
Pulau Bacan, Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara beberapa waktu
lalu sempat tersohor karena batu akik. Selain kualitas batu, wilayah ini
menyimpan objek wisata sejarah menarik, seperti Rumah Kesultan Bacan,
berciri khas gaya kolonial yang sampai sekarang masih kokoh berdiri dan
terawat. Nama Bacan adalah satu dari empat kesultanan di Maluku.
Menyusuri Bacan, millennials travelers
juga dapat menikmati eksotisme pantai dan perkampungan masyarakat lokal
yang menakjubkan. Sesekali melihat kearifan lokal para pembuat perahu
atau kapal kayu termasuk kesibukan bongkar hasil tangkapan ikan.
Aktivitas unik penduduk Halsel tersebut menunjukkan bahwa mayoritas
penghasilan dan komoditi bersumber dari sektor kelautan.
Wings Air pesawat ATR72-600 registrasi PK-WHS. Foto oleh Ari Chandra
Bagi penikmat alam, demi
mengabadikan momen berkesan dengan fotografi, bisa menyusuri Cagar Alam
Gunung Sibela sembari melihat langsung keanekaragaman hayati di
dalamnya. Sibela ialah salah satu gunung tertinggi di Maluku Utara yang
mempunyai ketinggian sekitar 2.100 meter.
Masih
dalam satu gugusan kepulauan Maluku, mengerucut ‘Ambon Manise’ dikenal
karena menggambarkan beragam tujuan wisata nan elok dan kota ini sudah
tenar kaya akan musik. Ambon tetap tidak kehilangan pesona hamparan
alam, pantai menawan, pasir melandai, aneka kuliner, budaya dan
kehangatan pendukuk lokal serta menyuguhkan banyak peninggalan sejarah
yang sangat cocok untuk dijelajahi.
Kekhasan
kontur wilayah dan nuansa ketenangan telah menjadikan daya pikat
tersendiri. Karena terpesona Indonesia Timur yang selalu meneduhkan,
akhirnya menarik banyak wisatawan untuk mendatangi Halsel dan Ambon.
Wings Air (kode penerbangan IW) member of Lion Air Group mulai 10 September 2018
akan meluncurkan rute baru dari Labuha, Halmahera Selatan menuju Ambon,
Maluku. Jaringan ini menempatkan Wings Air sebagai maskapai
satu-satunya yang menghubungkan kedua destinasi secara regular.
Wings Air menggunakan jadwal keberangkatan (schedule time departure/ STD) pada
09.15 WIT dari Bandar Udara Oesman Sadik, Labuha (LAH) bernomor IW1543.
Pesawat akan diperkirakan mendarat pukul 10.15 WIT di Bandar Udara
Internasional Pattimura, Ambon (AMQ).
Untuk
penerbangan kembali, Wings Air akan lepas landas dari Ambon pukul 12.15
WIT dengan nomor IW 1542, kemudian dijadwalkan tiba pada 13.15 WIT di
Labuha. Untuk layanan terbaru ini, Wings Air terbang dengan frekuensi
satu kali setiap hari.
Kehadiran
rute baru di koridor Maluku menjadi salah satu bentuk keseriusan Wings
Air untuk menjembatani antarwilayah melalui transportasi udara, dengan
tetap mengedepankan faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan
penerbangan. Wings Air berkomitmen memperkuat konektivitas domestik dan
regional. Jaringan terbaru Wings Air ini akan memberikan nilai
efektivitas para travelers maupun business, karena waktu tempuh Labuha menuju Ambon relatif singkat yaitu berkisar 60 menit.
Keunggulan
lainnya, wisatawan serta masyarakat yang berasal dari Halsel dapat
melanjutkan penerbangan di Ambon ke tujuan Namlea, Tual, Saumlaki,
Fak-Fak, Sorong, Makassar, Surabaya, Jakarta dan kota-kota lainnya.
Begitu juga sebaliknya, warga Maluku dan pelancong yang singgah terlebih
dahulu di Labuha bisa meneruskan ke destinasi menarik selanjutnya
antara lain Ternate, Manado, Gorontalo, Luwuk, Balikpapan, Palu.
Rute Labuha ke Ambon pergi pulang (PP) dioperasikan berdasarkan tingginya permintaan travelers
yang mengharapkan tersedia penerbangan langsung dalam akses sektor
pariwisata serta upaya Wings Air menarik minat wisatawan mancanegara
(wisman), wisatawan nusantara (wisnus) ke tujuan wisata dan pusat
pertumbuhan ekonomi baru, terutama di Indonesia bagian Timur. Disisi
lain, langkah Wings Air ini dapat membantu menggeliatkan sektor
investasi, logistik, perdagangan dan bisnis, mengingat potensi sumber
daya di kedua daerah sangat melimpah.
Dalam mewujudkan koneksi terbaik, Wings Air mengoperasikan pesawat turboprop
tipe ATR 72-500 atau ATR 72-600 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi.
Pesawat pabrikan Toulouse, Prancis tersebut dikenal paling nyaman dan
canggih di kelasnya yang mampu menerbangi rute jarak pendek.
Wings Air menawarkan travelers
terbang dengan ATR 72 untuk sensasi tersendiri yang akan menambah
pengalaman terbang, diantaranya interior pesawat didesain modern dan
futuristik, sehingga bisa lebih santai saat berada di kabin sekaligus
menikmati suasana perjalanan semakin asyik serta bisa melihat
pemandangan luar yang akan memanjakan mata karena pesawat mampu terbang
dengan rendah.
Wings
Air memproyeksikan, bahwa tren pertumbuhan perjalanan udara melalui
Labuha dan Ambon terus meningkat. Dengan demikian, berpotensi besar
mampu memberikan peluang bagi Wings Air untuk meningkatkan pengembangan
bisnis, seperti penambahan jumlah frekuensi terbang ataupun pembukaan
rute baru.
Sampai
saat ini, Wings Air telah terbang ke 110 destinasi dalam dan luar
negeri. Untuk jaringan regional, sudah melayani ke Kuching, Malaka di
Malaysia. Wings Air memiliki frekuensi yang mencapai lebih dari 350
penerbangan perhari dengan didukung 61 armada ATR 72-500/ 600.
Informasi Penerbangan Wings Air di Labuha
Rute
|
Frekuensi Terbang
|
Labuha – Ternate*)
|
2 kali per hari
|
Labuha – Ambon**)
|
1 kali per hari
|
Jaringan Penerbangan Lion Air Group di Ambon
Rute Lion Air
|
Frekuensi Terbang
|
Ambon – Makassar
|
2 kali per hari
|
Ambon – Soekarno-Hatta, Tangerang
|
1 kali per hari
|
Rute Batik Air
| |
Ambon – Jakarta Halim Perdanakusuma
|
1 kali per hari
|
Ambon – Soekarno-Hatta, Tangerang
|
1 kali per hari
|
Ambon – Makassar
|
2 kali per hari
|
Ambon – Surabaya
|
1 kali per hari
|
Rute Wings Air
| |
Ambon – Namlea*)
|
2 kali per hari
|
Ambon – Langgur
|
2 kali per hari
|
Ambon – Saumlaki
|
1 kali per hari
|
Ambon – Saumlaki
|
2 kali per hari Selasa, Kamis, Sabtu, Minggu
|
Ambon – Sorong
|
1 kali per hari Selasa, Kamis, Sabtu, Minggu
|
Ambon – Nabire
|
1 kali per hari
|
Ambon – Manado
|
1 kali per hari
|
Ambon – Fak-Fak
|
1 kali per hari Senin, Rabu, Jumat
|
Ambon – Labuha**)
|
1 kali per hari
|
*) Penambahan 1 kali frekuensi per hari mulai 10 September 2018
**) Terbang perdana efektif 10 September 2018

Komentar
Posting Komentar